Batman telah menjadi bagian dari budaya dunia sepanjang masa. Setiap kemunculannya dari kawah candaradimuka budaya populer di Amerika Serikat sana selalu jadi atensi dari setiap insan berbudaya di dunia.
Termasuk di Indonesia pastinya.
Salah satu produk “brand” Batman adalah film layar lebarnya.
Walau telah ada film yang berbasis dari serial televisinya pada tahun 1966 yang berjudul Batman yang disutradarai oleh Leslie Martinson, tapi Kesuksesan film tahun 1989 oleh Tim Burton yang juga berjudul Batman memulai inisiasi pengaruh Batman dalam media layar lebar pada generasi yang hidup sekarang, selain dari seri komik yang jadi sumber ceritanya.
Tim Burton melanjutkan cerita dari Film Batman tahun 1989 ini dengan “Batman Returns” pada tahun 1992 yang juga memiliki nilai kesuksesan yang sama.
Joel Schumacher mejadi direktur/sutradara yang beraliansi dengan kedua film Batman sebelumnya itu melalui “Batman Forever” pada 1995 dan “Batman and Robin” pada 1997.
Film “Batman dan Robin” tidak mengikuti kesuksesan ketiga film Batman sebelumnya.Dan diikuti kritikan yang besar dan mempengaruhi kegagalan kemunculan film yang direncanakan diproduksi selanjutnya yaitu “Batman Triumphant”.
Pada 2005 “Batman Begins” memulai film dengan kisah versi lain dari Batman.
Dengan Sutradara Christoper Nolan (CN) dan penulis Skenario David Goyer (DG), “Batman Begins” adalah Film yang lebih mendekatkan Batman dengan kenyataan yang terjadi pada masyarakat.
“Batman Begins” menceritakan awal permulaan Batman menjadi ‘ Batman’ yang dikenal masyarakat sekarang.
Film ini meraih kesuksesan finansial dan kesuksesan apresiasi dari pengamat film.
Pekerjaan Christopher Nolan dan David Goyer, menciptakan Batman yang memiliki tokoh sentral lain di luar Batman seperti yang pada umumnya dikenal masyrakat, yaitu dengan adanya tokoh tokoh seperti Raj’s Al Ghul dan Lucius Fox.
Walau kedua tokoh tersebut pernah juga diunculkan pada versi-versi Batman sebelumnya namun pada versi Film CN dan DG ini kedua tokoh menjadi sumber dari pertanyaan masyarakat mengenai bagaimana Batman itu menjadi ‘Batman’.
Raj’s al Ghul mengajarkan filosofi dan teknik berkelahi tingkat tinggi yang menjadikan Batman seorang yang super. Lucios Fox menjadikan Batman seorang yang wajar memiliki alat-alat berteknologi canggih dengan segenap pemikiran dan kecerdasan inivasinya.
Sebelumnya masyarakat lebih mengetahui bahwa Batman kuat karena belajar sendiri dan berpikir sendiri menciptakan alat-alat yang membantu pekerjaannya sebagai Batman.
Melalui film CN dan DG ini penonton disadarkan dengan lebih rasional dan realistis.
The Dark Knight (2008) dengan tokoh penjahat utama Joker dan Two Faces, masih bersumber pada cerita tokoh Batman sebagai Bruce Wayne dan sinerginya dengan Alfred sang Pelayan dan Lucius Fox seta Komisaris Gordon dalam melindungi kota Gotham.
Film ini tetap meraih sukses besar dengan realisme yang dihadirkan CN dan DG, masih dalam kesatuan yang kuat,yang menjadi cerita dalam menjual legenda Batman.
Film ini juga menghadirkan Joker yang menjadi musuh utama Batman sesuai dengan versi-versi sebelumnya, dengan sentuhan filosofis yang kental dari CN dan DG.
Dark Knight Rises sebelum beredar pada 2012 ini telah digembar-gemborkan dalam berbagai ulasan sebagai Film terbaik Batman sepanjang Masa. Dan Film terbaik pada peride 2012 ini.
Namun pada kenyataannya cukup banyak orang yang merasa kecewa setelah menonton Film ini.
Dengan masih diarahkan oleh CN dan DG, dengan masih Christian Bale sebagai pemeran tokoh Batman/Bruce Wayne, The Dark Knight Rises diawali dengan cerita irasional mengenai Selena Kyle yang datang mencuri ke rumah Bruce Wayne dengan maksud mencuri kalung warisan Ibunya sekaligus mencari sidik Jari dari Bruce Wayne.
Satu cerita irasional ini mendasari plot cerita selanjutnya dari seri Batman oleh CN dan DG ini.
Film terbaik sepanjang masa seharusnya tidak memiliki celah kelemahan yang besar dalam Plot ceritanya.
Sidik jari yang dicuri oleh Selena Kyle ini dijual ke salah satu pemegang saham wayne enterprises, Dagget, dengan tujuan yang belakangan diketahui kemudian.
Selena Kyle tidak dapat diasosiasikan dengan Catwoman pada versi-versi Batman sebelunya. Sepanjang berlangsungnya Film, tidak ada satupun dialog yang menyebutkan Selena sebagai Catwoman. Sebagai seorang tokoh, Selena Kyle seperti yang dimaksud dalam film ini hanya disebut sebagai “cat” saja seperti yang dilihat oleh Bruce Wayne di komputer ketika menyelidiki tentang si penyusup rumahnya.
Cerita yang mendasari hadirnya si ‘cat’ ini pun terlalu mengada-ada.
Cat hadir sebagai pencuri sidik jari yang belakangan akan sangat mudah diambil Bane, tokoh antagonis utama dalam film ini, dalam hubungannya dengan plot cerita.
Dari sisi cerita pun, Bane yang menjadi tokoh utama antagonis dari film ini dari awal dengan segala keperkasaannya, membuat kecewa penonton yang belakangan melihat Kisah Bane mati begitu saja di Film ini, dan hanya merupakan ‘cecunguk’ dari Miranda Tate, ditabrak dan ditebak dengan mudah oleh si Cat.
Miranda tate pun terlalu dipaksakan hadir. Dari awal melalui persaingan dengan Dagget, yang menggambarkan ketokohannya sebagai wanita dengan ketinggian nurani luar biasa, dan kemudian mengambil hati bruce wayne—untuk kemudian dikhianati lagi—sebagai orang yang kemudian otak dari segala kekacauan yang terjadi pada cerita ini, kerasionalan CN dan DG sangat antiklimaks.
Ia menjadi tokoh lemah yang mengalahkan semua tokoh-tokoh utama penjahat dalam kisah Batman yang dikenal oleh masyarakat, juga dengan meninggikan ketokohan Raj’s Al Ghul lagi, yang bukan merupakan tokoh penjahat yang paling dikenal yang ada di Batman.
Dari sisi akting, semua actor dan aktris yang ada di Dark Knight Rises tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Christian Bale makin terlihat buruk disini. Jika kita sempat menonton aktingnya di ‘The Fighter”, akan nampak betapa kerasnya Christian Bale memerankan Batman dengan tampak tidak natural.
Belum lagi ketahuan bahwa suara berat Batman yang dihadirkan disini jika diperhatikan ternyata ketahuan tidak berasal dari alat canggih yang merubah suara Bruce Wayne menjadi Batman, melainkan hanya Teknik Christian Bale memencong-encongkan bibir dan tenggorokannya.
Dari sisi penampilan, terdapat beberap tokoh-tokoh yang menggangu dengan ketidak populerannya di mata masyarakat namun memiliki peran yang cukup sentral di Film ini.
Film Batman biasanya selalu menghadirkan actor/aktris aktor besar yang menjadi salah satu daya tariknya. Namun siapa orang yang pernah melihat pemeran Dagget di film-film populer sebelunya? Siapa juga yang menjadi asisten Dagget yang belakangan memiliki slot sekitar 2 menitan sendiri mengenai dirinya? Bahkan wajah asli Bane yang berakting cukup meyakinkan dengan aksen dan bahasa tubuhnya hanya tampak sekitar lima detikan selama masa pemutaran film.
The Dark Knight Rises juga gagal menampilkan kecantikan dan kecerdasan Anne Hatthaway yang menjadi ikon wanita muda cantik pada generasi sekarang dalam ‘The Devils Wear Prada’ dan film-film peraih penghargaan dan independen nya belakangan.Entah kenapa rasanya topeng yang dipakai Anne Hatthaway terlalu kecil untuk menutupi hidungnya yang besar yang menjadikan kecantikannya kurang terlihat.
Belum lagi alat-alat canggih yang dihadirkan di The Dark Knight Rise ini bukanlah barang baru yang menjadikan penonton terkagum-kagum seperti sebelumnya dengan penampilan yang dihadirkan pada layar.
Kostum Dark Knight Rises kali ini tidak ada bedanya dengan dua seri Batman dari CN dan DG sebelumnya.
Bahkan pada seri “Batman Return” hingga “Batman and Robin” Pun, kostum Batman selalu mengalami perubahan yang cukup menghibur pada kostumnya.
Alat Nuklir yang jadi momok yang akan menghancurkan kehidupan kota Gotham dan mempengaruhi dunia pun sangat sederhana. Mirip seperti alat yang dihadirkan di film Indonesia biasa.
Sebagai tokoh ‘Nocturnal’ yang seharusnya lebih banyak Aktif di malam hari, kostum batman pada the Dark Knight Rises yang hadir di siang hari adalah seperti kostum yang dipakai para sale Promotion Boy pada acara pameran produk di mal-mal di Jakarta.
Satu-satunya alat canggih yang agak beda adalah alat terbang besar yang dipakai Batman, yang kemudian dipakainya membawa Nuklir dan meledak di dalam laut.
Namun alat ini jika dibandingkan dengan teknologi royal yang ditampilkan pada film-film berteknologi tinggi lainnya yang muncul sebelumnya seperti Transformaer, The Avenger, dll, hanya terlihat seperti lelucon kecil.
Cerita dan penampilan menggangu lainnya adalah mengenai ribuan polisi yang masuk ke terowongan bawah tanah untuk dijebak oleh Bane. Betapa rendahnya kah CN dan DG menganggap rasionalitas para pemirsanya dengan menganggap sistem kepolisian amerika mampu dibodohi hal seperti itu? dan kemudian ribuan polisi itu pun ‘tawuran’ dengan tangan kosong mempertahankan hidupnya bertarung dengan kaum pemberontak pengikut Bane.
Dari sisi Filosofis cerita CN dan DG kali ini memang lebih relevan dengan kedalaman pikiran masyarakat pop masa kini yang mulai kritis mempertanyakan cara hidupnya dan mulai menghubungkan budaya populer dengan sitem pemerintahan. Namun, tawuran tangan kosong secara beramairamai, oleh polisi, untuk mempertahankan hidup dan harga dirinya, bersama sama Batman, pada seri Batman kali ini adalah sungguh memuakkan dilihat ataupun dipikirkan. Tawuran gara-gara dikentutin motor di pelosok kampung di Indonesia saja sudah biasa memakai SM(samurai), dll, lah ini demi dunia, keluarganya yang udah mau dimusnahkan, berantemnya seperti modal berantemnya bocah-bocah.
Tidak sampai pesan yang diinginkan pembuat film mengenai apa yang seharusnya dan tidak seharusnya terjadi dalam masyarakat secara umum.
Kesuksesan finansial yang diperoleh dengan teknik marketing yang tinggi, dengan berbagai spekulasi mengenai Film ini sebagai Film Batman terbaik sepanjang masa dan Film Batman terakhir yang digarap CN dan DG sehingga memancing orang untuk datang menonton, tidak menjadikan kesuksesan apresiasi atas fllm ini beriringan bersama kesuksesan finansial tersebut.
Dengan melayangnya nyawa pemeran Joker-Heath Ledger sesudah penyelesaian Produksi The Dark Knigt pra penayangan Film ini, belum lagi ada peristiwa penembakan yang memakan puluhan korban jiwa oleh orang sakit jiwa di AS sono yang berhubungan dengan Film ini, sebagai Film yang digembar-gemborkan sebagai Film Batman terbaik sepanjang masa, Apresiasi masyarakat awam, terlepas dari nilai koersialnya dan nilai oleh pengamat profesional yang baik,bisa jadi setelah menonton, pasca beredarnya film ini adalah justru mengkategorikannya sebagai film Batman terburuk sepanjang Masa.


0 komentar on The Dark Knight Rises, Film Batman Terburuk Sepanjang Masa? :
Post a Comment and Don't Spam!
Silakan komentar disini