Siap Jadi Mahasiswa Berani Gagal?

Share on :
Pendidikan kewirausahaan di tingkat perguruan tinggi semakin diarahkan untuk membuat mahasiswa menjadi mandiri. Namun, hal tersebut tidak mudah dijalankan karena pola pikir, keterampilan, dan pengetahuan mahasiswa, bahkan pendidik pun, belum memahami semangat dan nilai-nilai kewirausahaan itu sendiri.

Slogan bahwa kegagalan adalah bagian sukses yang tertunda kini sering diucapkan. Faktanya, masih banyak yang tidak ingin berusaha ketika mengalami kegagalan.
-- Novianta Hutagalung

Ubah pola pikir pendidik
Dalam mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang utuh, hal utama dan kali pertama diubah adalah mindset atau pola pikir. Perubahan pola pikir di sini lebih ditekankan untuk pengelolaan program pendidikan, yakni pendidik/dosen.
"Pada dasarnya, pendidiklah yang menjadi tombak dalam proses transformasi program dan siswa-siswanya. Ini agar mahasiswa dapat mempunyai pemikiran tentang arti penting entrepreneurship secara utuh, serta mengelolanya dengan baik pula," kata Novianta.




Jalankan program
Ketika berbicara kewirausahaan atau entrepreneurship, berarti kita harus juga memulai pelaksanaan program-program kurikulum secara utuh. Namun, di sini kurikulum juga tidak sekadar menawarkan daftar akademik, tetapi juga memproyeksikan kualitas lulusannya.
"Karena nantinya mahasiswa punya kesempatan secara real di sini untuk mengembangkan konsep-konsep yang didapat di kelas. Di situ nanti akan kita temukan jalan keluar ketika beragam kesulitan, hambatan, dan tantangan muncul," tuturnya.


Jangan pernah takut gagal
Saat ini, sering slogan "kegagalan adalah bagian sukses yang tertunda" dikumandangkan. Faktanya, masih banyak yang tidak ingin berusaha ketika mengalami kegagalan.

0 komentar on Siap Jadi Mahasiswa Berani Gagal? :

Post a Comment and Don't Spam!

Silakan komentar disini

Pengikut